Karakter

Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai pembawaannya masing-masing.” Maka Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. (Al-Isra’ : 84)

Atas dasar itulah kita memang seharusnya menjadi diri sendiri. Tidak menutup-nutupi apa yang seharusnya menjadi karakter pribadi kita. Pendidikan karakter setiap manusia berbeda-beda dimulai sejak ia lahir, bahkan sejak masih di dalam kandungan. Faktor lingkungan, pendidikan, budaya, hingga fisik berperan penting dalam pembentukan karakter sehingga tercipta manusia yang beragam. Ada yang pendiam ada juga yang cerewet, ada yang introvert ada juga yang ekstrovert, ada yang  lembut ada juga yang pecicilan (saya gak tau ini bahasa indonesianya apa :v). Segala bentuk kebaikan bisa disesuaikan dengan karakter masing-masing orang kan? Mudah, kita bisa meng-cloning figur-figur baik yang memiliki kemiripan karakter dengan kita.

Tapi kita tidak boleh lupa bahwa siapa yang lebih benar hanya diketahui oleh-Nya. Yang telah memberitahu kalau Nabi Muhammad adalah figur satu-satunya yang harus ditiru. Yang sejarahnya telah diabadikan dalam kitab.