Jawaban itu adalah LPDP

Ini adalah sebuah cerita tentang niat, sabar, dan bersyukur.

Lebih dari satu minggu yang lalu, email yang kami tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Sebuah email dari LPDP yang berisi daftar nama peserta lolos wawancara LPDP. Dan, di situ ternyata tertera namaku. At that time, I just wonder this is the answer from Allah for all that I pray.

Banyak teman-teman yang berkata aku hebat bisa dapat beasiswa ini dan merasa aku cukup pintar sehingga layak untuk dapat beasiswa. Tapi, sejujurnya ini adalah ujung dari sebuah penantian yang cukup panjang.

Tahun lalu, 1 Juli 2014, sejak aku dinyatakan lulus sidang tugas akhir, pencarianku dalam jenjang kehidupan yang selanjutnya dimulai. Aku mulai mendefinisikan apa yang aku inginkan. Apakah aku ingin melanjutkan S2 ataukah menjadi orang kantoran ataukah berwirausaha. Masih teringat jelas ketika selesai shalat idul fitri tahun lalu, aku bilang ke ibuku, aku ingin melanjutkan S2 dengan beasiswa. Ibuku sangat mendukungku. Targetku S2 itu tahun 2016. Sebelum itu, sama seperti temanku yang lain, aku ingin bekerja kantoran sambil mempersiapkan beasiswa. Ketika aku ingin mencoba mendaftar perusahaan-perusahaan, ibuku malah menyuruku belajar bahasa inggris di Kampung Inggris, Kediri. Sempat menolaknya, tapi akhirnya aku ikuti juga kemauan beliau. Selama hampir 2 bulan aku belajar TOEFL dan IELTS di Pare dan terntata itu sangat membantuku untuk mendapatkan skor TOEFL ITP yang cukup untuk mendaftar beasiswa.

Pulang dari Kampung Inggris, selama lebih dari 3 bulan aku mendaftar perusahaan-perusahaan, datang ke beberapa jobfair, mengikuti rekruitasi dari psikotes sampai wawancara. Tapi, dari puluhan aplikasi yang aku masukkan ke perusahaan-perusahaan tersebut, dari puluhan wawancara yang aku ikuti, tidak ada satupun yang lolos. Selama itu aku bertanya-tanya, apa sebetulnya yang sedang Allah siapkan untukku? Apakah yang aku perjuangkan selam ini salah? Apakah aku kurang bersyukur? Tidak ada yang bisa menjawabnya. Sampai aku harus sangat bersabar menunggu jawaban dari-Nya.

Pada Januari lalu, aku dapat tawaran untuk mengajar di SMK Telkom Bandung menggantikan temanku di sana. Gajinya gak seberapa, masih kurang untuk menutup kebutuhan sehari-hariku, tapi karena aku tertarik dan merasa tertantang untuk mengajar, aku terima saja. Setidaknya aku bisa meringankan sedikit beban orang tua. Dan yang terpenting, aku bisa merasa senang karena berada di tengah anak-anak yang sedang haus ilmu. Merasa aku sangat dibutuhkan oleh anak-anak itu 🙂

Tapi, aku sadar, aku tidak bisa bergantung pada orang tua dalam kebutuhan finansial selamanya. Sambil mengajar, akupun masih melanjutkan mencari perusahaan. Tapi, tetap tidak ada satupun yang lolos. Dari perusahan-perusahaan kecil, sampai perusahaan BUMN. Sampai suatu saat aku hanya ingin melanjutkan mengajar saja dan mengejar beasiswa LPDP, tidak lagi mencari perusahaan.

Aku merasa aku kurang bersyukur padahal aku diberikan kenikmatan oleh Allah berada di lingkungan yang nyaman, sedangkan sebagian besar temanku harus berjibaku di tengah pekerjaan dan persaingan yang kurang friendly, di tempat yang tidak senyaman Bandung. Aku diberi kenikmatan waktu yang cukup luang sehingga masih bisa melakukan kegiatan-kegiatan sosial seperti ketika masih kuliah dulu. Semua itu membuatku sadar untuk bersyukur dan ikhlas apapun kehendak Allah.

Dan saat itu, jawaban Allah datang. 10 Juni 2015, aku dinyataan lolos wawancara Program beasiswa Magister dalam negri dengan universitas tujuan ITB.

Mungkin jika aku diterima di salah satu perusahaan, aku tidak bisa mempersiapkan diri untuk beasiswa ini. Mungkin jika aku diterima di salah satu perusahaan, aku akan kesulitan mendapatkan surat rekomendasi dari atasan. Mungkin jika aku tidak bekerja sebagai guru, para profesor yang mewawancaraiku untuk beasiswa LPDP akan menyangsikan keinginanku untuk menjadi dosen (di dalam essay untuk mendaftar LPDP memang aku tulis aku ingin menjadi dosen).

Segala sesuatu yang kita alami dalam kehidupan ini adalah puzzle-puzzle yang belum bisa kita lihat gambar besarnya. Jadi, apapun nikmat dari Allah harus kita syukuri sebanyak-banyaknya. 🙂

Bandung, 19 Juni 2015
– Hari kedua Ramadhan –
– Pukul 15.30 –
– Disela menunggu email Persiapan Keberangkatan LPDP –

Advertisements

The Change

It’s been a long time I’m not updating this blog. I dont know. This is just a little crush. I’m busy to find what I want. Yeah, I even dont know what I really want. Hmm, but its likely I know what person that I want to be in the future, but I’m too afraid to take a risk. This long time I’m doing a treatment to myself. Push myself with the habits that can bring me to pursue my dream. I have many friends that can inspire me. But I realize that nobody can change me unless myself. This confident feeling that must I had long time ago, and its amost too late, come to give me a chance to improve my quality when all my friend go around and leave me with those inspired mind. This is not a sad story. I am grateful God give me a protection so I’m still in my comfort zone and it always be. God give me a chance to upgrade myself in the place I love while some of my inspired friends are not as inspiring as before (maybe) cause the atmosphere they live. Yeah, I believe we’ll get what be the best for us even now we’re not love that thing.