Menggeneralisir

Kata Wikipedia, Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum. Artinya, ketika kita melihat suatu objek A dan mendapatkan beberapa ciri atau behavior-nya, kemudian kita lihat ojek B dan menemukan beberapa ciri atau behavior yang sama dengan objek A, kemudian kita menganggap kedua objek A dan B adalah sama maka itu termasuk dalam percobaan ‘meng-Generalisir’ objek A terhadap objek B. Gampangnya, jika dituliskan dalam persamaan jika A bagian dari C dan B bagian dari C, maka A adalah B. Padahal nggak gitu juga. Jika kegiatan menggeneralisir ini tidak memiliki bukti kuat, maka hasilnya bisa salah. becak memiliki roda tiga, tidak bisa kita sebutkan semua yang beroda tiga adalah becak, kan pesawat juga mempunyai roda tiga. Apakah sama antara becak dan pesawat?

Namun, kegiatan menggeneralisir ini penting jika digunakan dalam pengambilan hipotesa suatu penelitian yang dilanjutkan dengan pengambilan fakta-fakta riil. Jika hanya dalam sudut pandang segelintir manusia saja, dan tidak bisa menunjukkan buktinya, maka hasil dari kegiatan menggeneralisir ini tidak bisa dipercaya. Dua orang saudara kembar saja masih memiliki perbedaan, apalagi segerombol manusia. Kita tidak bisa menganggap sama semua orang berdasarkan style-nya, atau berdasarkan background keluarganya, atau berdasarkan tempat tinggalnya, atau berdasarkan aktivitas komunitas atau organisasinya. Bukankah manusia diciptakan unik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s