Di mana Kemerdekaan yang Sesungguhnya?

Tepat 68 tahun silam Ir. Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, pada saat itulah para pendiri negeri berkomitmen membangun negeri ini bukan hanya untuk dirinya sendiri namun juga untuk generasi-generasi penerusnya. Namun dapat kita lihat sekarang ini bangsa Indonesia justru terpuruk di dalam negerinya sendiri. Bisa dikatakan masih sedikit produksi besar yang diciptakan oleh tangan-tangan Indonesia sendiri. Indonesia kaya akan rempah-rempah, keindahan alam, tanah yang subur, tambang yang melimpah, laut yang luas, budaya yang beragam, namun semua itu masih belum bisa memperkaya negera kita, justru kita saat ini masih dilanda kemiskinan. Sebenarnya kemana sumber daya alam yang melimpah itu? Kemana hasilnya?

Negeri yang kaya ini, rakyatnya hanya bisa menjadi pekerja di perusahaan-perusahaan asing yang menguasai sumber daya alam Indonesia. Pekerja-pekerja Indonesia yang mengabdikan dirinya di luar negeri banyak yang hanya menjadi pembantu rumah tangga. Sedangkan anak negeri ini yang memiliki prestasi hebat lebih memilih negara lain untuk mengembangkan bakatnya. Di bidang budaya juga rakyat Indonesia masih banyak meniru-niru budaya lain seperti budaya barat, korea, dsb. Wajar saja jika banyak budaya-budaya kita yang dicuri oleh negara lain karena tidak dijaga oleh pemiliknya sendiri. Para traveller asal Indonesia juga justru lebih bangga bisa menikmati alam luar negeri daripada berpariwisata di bumi Indonesia yang tak kalah indahnya. Bisa diibaratkan kita ini masih dijajah oleh bangsa asing seperti dahulu kala walaupun secara konstitusional kita sudah merdeka. Kita hanya menjadi pesuruh sedangkan bangsa lain yang menjadi pemimpin kita.

Di sisi lain, pemerintah yang seharusnya membela nasib rakyatnya justru berdampingan dengan pemilik perusahaan-perusahaan asing itu untuk bersama-sama mengeksploitasi rakyat. Beberapa sektor vital negara ini dikuasai oleh bangsa asing seperti perdagangan, penerbangan, perbankan, teknologi informasi, dan ekonomi. Menghambanya pemerintah terhadap kepentingan-kepentingan asing sudah merupakan penghianatan terhadap kemerdekaan Indonesia. Kapan makna kemerdekaan sesungguhnya yang diperjuangkan oleh pendiri negeri ini 68 tahun yang lalu akan terwujud?

Demi martabat dan kedaulatan Indonesia, kita harus melakukan langkah konkrit untuk perbaikan di masa yang akan datang. Tidak ada yang tidak mungkin. Harapan para pendiri negeri ini yang rela menumpahkan darah mereka, sekuat tenaga dan usaha untuk membangun Indonesia yang bebas dari penjajahan fisik maupun moral dapat terwujud asalkan pemimpin-pemimpin kita mau bekerja bersama-sama rakyat tanpa memprioritaskan kepentingan-kepentingan asing maupun politik. Mari bersama-sama kita perjuangkan kemerdekaan yang utuh untuk negeri ini kemudian kita wariskan kepada para generasi penerus bangsa.

dirgahayu RI