Pengertian Tarbiyah dan 10 Muwasofat Tarbiyah

Pertama kali saya mendengar istilah Tarbiyah saya merasa bingung karena tidak bisa membedakan antara  tarbiyah dengan dakwah.  Setelah saya membaca dan banyak berdiskusi dengan orang-orang bijak, ternyata keduanya adalah suatu hal yang berbeda. Dakwah memiliki pengertian mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan dan menghindar pada perbuatan buruk, sedangkan tarbiyah memiliki pengertian pendidikan diri seseorang baik menumbukhan maupun mengembangkan potensi yang ia punya. Di dalam Al-Qur’an banyak sekali dijumpai kata Ar-Rabb yang menurut Ibnu Manzhur, diturunkan dari akar yang sama dengan kata tarbiyah. Senada dengan itu, Imam Baidhawi menjelaskan bahwa pada dasarnya kata Rabb itu bermakna tarbiyah yang artinya memproses sesuatu hingga tercapai kesempurnaan secara bertahap. Dari makna itu, Abdurrahman Al-Bani mengambil empat pokok penting dalam pelaksaan tarbiyah. Pertama, menjaga dan memelihara fitrah obyek didik. Kedua, mengembangkan bakat dan potensi obyek didik sesuai kekhasan masing-masing. Ketiga, mengarahkan potensi dan bakat tersebut agar mencapai kebaikan dan kesempurnaan. Keempat, seluruh proses tersebut dilaksanakan secara bertahap.

Terdapat dua komponen dalam proses tarbiyah yaitu murabbiyah dan mutarabbiyah. Murabbiya atau yang sering dikenal mentor merupakan orang yang memberikan pendidikan pembinaan kepada mutarabbiyah. Sedangkan mutarabbiyah merupakan peserta binaan.

Tujuan tarbiyah sebagaimana dituliskan Dr. Ali Abdul Halim Mahmud, adalah “menciptakan keadaan yang kondusif bagi manusia untuk hidup di dunia secara lurus dan baik, serta hidup di akhirat dengan naungan ridha dan pahala Allah SWT”

halaqoh

Muwashafat Tarbiyah

Muwashafat adalah sifat-sifat atau karakter individu yang menjadi tujuan akhir tarbiyah sesuai tahapannya. Muwashafat tarbiyah mencakup sepuluh poin cirri pribadi muslim sebagai berikut :

1.        Aqidah yang Lurus

Banyak sekali fakta di masyarakat Islam yang mengalami penyimpangan aqidah yang sangat beragam. Banyak dari mereka yang percaya kepada dukun, paranormal, tukang ramal, bahkan hingga mendatangi kuburan untuk meminta pertolongan. Dengan program tarbiyah, seorang muslim diarahkan untuk menghindari berhubungan dengan jin, tidak datang ke tempat peramal, dukun, mengusap-usap kuburan untuk meminta pertolongan, atau penyimpangan-penyimpangan akidah yang lain. Selain itu, seorang muslim juga harus pandai menyikapi berbagai ideology seperti liberalisme, kapitalisme, sosialisme, feminism, dll.

2.        Ibadah yang Benar

Ibadah adalah bentuk penghambaan manusia kepada Tuhannya yaitu Allah SWT dengan tata cara tertentu. Dalam tarbiyah, seorang muslim dituntun untuk dapat mengerjakan ibadah yang benar agar terhindar dari kesalahan dalam ibadah yang mengakibatkan tidak diterimanya ibadah kita kepada Allah SWT. Tidak hanya memperhatikan kebenaran dalam beribadah tetapi juga waktu pelaksanaannya, frekuensinya, dan kekhusyukannya. Seorang muslim akan dibiasakan shalat qiyamul lail, bersedekah, berpuasa sunnah, menjaga tubuh dari dosa, membaca Al-Qur’an, berdzikir kepada Allah, dan ibadah-ibadah lainnya. Semua itu tentu dilaksanakan secara bertahap untuk mencapai tujuan.

3.        Akhlak yang Terpuji

Tarbiyah senantiasa mendidik seorang muslim agar merakhlak terpuji seperti yang dicontohkan Rasulullah. Akhlak yang mulia itu seperti : menyayangi yang muda, menghormati yang tua, memenuhi janji, berbakti pada orang tua, menutup aib orang lain, memiliki rasa malu untuk berbuat kesalahan, dsb. Selain itu seorang muslim juga dibiasakan untuk menghindari perbuatan tercela seperti : menjauhkan prasangka buruk, menjauhi ghibah atau membicarakan aib orang lain, tidak sombong, tidak berbohong, tidak mencaci maki dan lain sebagainya.

4.        Sehat dan Kuat Jasmani

Tarbiyah membiasakan seorang muslim agar menjaga tubuhnya, menjaga kebersihan badan, komitmen dalam berolahraga, meninggalkan kebiasaan yang berpengaruh buruk pada kesehatan seperti merokok dan mengkonsumsi makanan yang membahayakan tubuh. Dengan pola hidup sehat diharapkan seorang muslim dapat memiliki kekuatan, kesehatan, dan kebugaran fisik.

 

5.        Intelek dalam Berfikir

Setiap muslim dituntut untuk memiliki wawasan yang luas. Ia harus dapat memanfaatkan setiap waktu yang tersedia untuk mencari dan mengembangkan ilmu baik ilmu tentang keislaman maupun ilmu umum. Dengan tarbiyah, ia juga dibina unuk dapat menyadari adanya peperangan Zionisme terhadap dunia Islam, menyadari adanya ghazwul fikr (perang pemikiran), mengetahui oraganisasi-organisasi terselubung yang membahayakan umat Islam. Pendidikan ini dilakukan agar umat Islam berhati-hati dalam bersikap dan berdakwah.

6.        Melawan Hawa Nafsu

Dengan tarbiyah, individu muslim diarahkan untuk memerangi hawa nafsunya dan bersungguh-sungguh melawan rayuan setan yang menjerumuskan manusia ke dalam kejahatan dan kebatilan. Seorang muslim akan dibiasakan untuk menjauhi yang haram, menjauhi tempat-tempat maksiat, tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan, dan selalu menyertakan niat baik dalam segala aktivitas.

 

7.        Pandai menjaga Waktu

Setiap muslim wajib untuk menghargai waktu yang diberikan oleh Allah SWT. Kita harus mampu memeliharanya agar terhindar dari kelalaian. Waktu kita amat terbatas sedangkan kewajiban kita sangat banyak. Untuk itu, kita dituntut agar tidak menunda pekerjaan. Apbila sebuah pekerjaan bisa dilakukan sekarang, maka lakukanlah sekarang, jangan ditunda-tunda. Kebiasaan mentolerir keterlambatan akan menjadi  watak dan karakter yang sangat tidak sesuai dengan syariat Islam. Individu muslim harus hendaknya memberi contoh keteladanan dalam ketepatan waktu.

8.        Teratur dalam Segala Urusan

Dalam kehidupan keseharian, kemampuan memanage sangatlah dibutuhkan untuk mengatur sebuah urusan dari mengatur kos atau tempat tinggal, mengatur perabotan atau peralatan, mengatur jadwal kegiatan, mengelola berbagai amanah, hingga mengatur kelompok bekerja. Segala hal yang teratur akan mudah untuk diselesaikan dan terhindar dari kegagalan.

 9.        Memiliki Jiwa Kemandirian dari Segi Ekonomi

Setiap individu muslim dituntut agar mempuyai potensi dan kreativitas dalam menyelesaikan malasah kehidupan. Program tarbiyah akan mengarahkan setiap individu muslim untuk memiliki spesialisasi agar bisa mendapatkan kemanfaatan finansial dari spesialisasi tersebut. Kita juga dibiasakan untuk menjauhi sumber penghasilan haram, menjauhi riba, menjauhi judi, memperbanyak infaq dan sadaqah, dan menabung walaupun sedikit.

 10.     Bermanfaat bagi Orang Lain

Jangan sampai keberadaan kita di tengah masyarakat tidak memberi manfaat pada orang sekitar kita atau justru malah menjadi masalah bagi orang lain. Banyak sekali hal yang bisa kita lakukan untuk memberi kebermanfaatan kepada orang lain. Memberi pertolongan medis kepada orang sakit, hingga memberi pertolongan logistik atau barang. Ikut mengumpulkan bantuan bagi daerah yang terkena bencana, hingga ikut peduli pada krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina, Irak, dll. Bentuk bantuan yang bisa kita berikan dapat berupa uang, jasa, sehingga kita ikut berperan dalam membantu sesama muslim.

About these ads

5 thoughts on “Pengertian Tarbiyah dan 10 Muwasofat Tarbiyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s